Pengertian, Komponen, dan Cara Menghitung Take Home Pay (THP)

Take Home Pay

Take home pay (THP) sering disalahartikan sebagai gaji pokok. Padahal, pengetian dan nominlanya cukup berbeda.

Nah, dalam kesempatan kali ini akan coba membahas tentang pengertian take home pay, komponen take home pay, dan cara menghitung take home pay.

Pengertian THP

Take home pay adalah pembayaran utuh yang diterima karyawan suatu perusahaan dengan penghitungan penambahan pendapatan rutin dan pendapatan insidentil dikurangi dengan komponen potongan gaji. Berbeda dengan gaji pokok, take home pay merupakan pendapatan bersih yang diterima oleh karyawan setiap bulannya, setelah dikurangi komponen pengurang seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan PPh Pasal 21.

Komponen dalam THP

Perlu diketahui bahwa terkait penggajian, hal ini sudah diatur secara rinci dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Peraturan ini meliputi peraturan terkait upah minimum, struktur dan skala upah, upah kerja lembur, upah saat tidak masih dan/ate tidak melakukan pekerjaan karena alasan tertentu, bentuk dan cara pembayaran upah, hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah dan upah sebagai dasar penghitungan atau pembayaran hak dan kewajiban lainnya.

Gaji Pokok

Adapun jenis upah dalam Pasal 7 PP No. 36 Tahun 2021 adalah:

  1. Upah tanpa tunjangan
  2. Upah pokok dan tunjangan tetap
  3. Upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap
  4. Upah pokok dan tunjangan tidak tetap

Tunjangan

Tunjangan ini sebagai pelengkap dari gaji pokok. Adapun fungsi dari tunjangan ini bisa bersifat sosial atau intensif. Dalam hal ini, ada beberapa tunjangan yang harus diketahui diantaranya adalah tunjangan jabatan, tunjangan transportasi, dan tunjangan makan. Selain itu, ada juga pembagian tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap.

Tunjangan tetap adalah suatu pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk pekerja dan keluarganya. Waktu pembayarannya pun bersamaan dengan pembayaran upah pokok.

Sedangkan tunjangan tidak tetap adalah suatu pembayaran secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pekerja yang diberikan secara tidak tetap untuk pekerja dan keluarganya. Waktu pembayarannya pun tidak bersamaan dengan upah pokok.

Biasanya yang termasuk ke dalam tunjangan tidak tetap adalah tunjangan yang dibayarkan sesuai dengan kehadiran karyawan.

Potongan

Potongan ini bisa diambil untuk hal-hal yang terkait dengan karyawan, seperti potongan pinjaman, potongan pajak penghasilan, premi asuransi BPJS, premi hari tua serta iuran keanggotan BPJS dan PPh 21.

Namun, terkait potongan ini, akan bergantung pada masing-masing perusahaan dan perjanjian kerja yang berlaku.

Misalnya, untuk potongan PPh 21, beberapa perusahaan mungkin saja diberikan sebagai tunjangan alih-alih potongan.

Lembur

Lembur ini merupakan waktu tambahan kerja yang melebihi 7 sehari dan 40 jam seminggu (Menakertrans No.102/MEN/VI/2004). Jika ada karyawan yang kerja lembur maka sudah sepatutnya akan memperoleh uang tambahan tersendiri diluar gaji pokok.

Benefit

Benefit yang wajib diberikan oleh perusahaan kepada semua karyawannya adalah tunjangan BPJS Kesehatan dan Ketenegakerjaan.

Benefit atau keuntungan yang didapatkan oleh karyawan bisa jadi berupa finansial maupun non financial.

Komisi/Bonus

Biasanya bonus atau komisi ini dimasukkan dalam kategori pendapatan tidak tetap dalam slip gaji. Bonus ini juga biasanya ditentukan oleh produktifitas kerja karyawan tersebut.

Cara Menghitung THP

Secara sederhana, berikut rumus menghitung THP: (Pendapatan Rutin + Pendapatan Insidentil) – (Komponen Pemotong Gaji) = Besaran Take Home Pay.

Related posts