Polda Jatim kembali membeberkan sejumlah fakta baru dari kasus prostitusi online yang melibatkan puluhan publik figur dan model hingga artis Vanessa Angel sebagai tersangkanya.

Polda Jatim menemukan ada lebih 1.000 video panas artis yang diduga terlibat prostitusi online. Video-video tersebut didapat dari data digital forensik dari Handphone milik tersangka muncikari prostitusi online.

Dikutip dari SuryaMalang, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan mengatakan tim digital forensik saat ini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dokumen gambar dan video itu didapat dari tersangka S (muncikari Siska),” ungkapnya seperti dilansir laman Tribunjateng.com, Rabu (23/1).

Pihaknya masih memilah sebanyak 20.000 data dari masing-masing Handphone milik empat tersangka muncikari prostitusi artis. Barang bukti sementara yang berhasil diungkap, ada 2.000 foto artis dan model yang diduga terlibat jaringan prostitusi.

Barang bukti foto yang ditemukan polisi disebutkan terdiri dari foto file asli dan sebagian lain berupa foto screenshot.

“Mengenai foto screenshot atau lainnya didapatkan dari mana kita objektif dari medsos atau dari pihak ke pihak-pihak itu masih diselidiki,” ujarnya. Polda Jatim masih menyelidiki keterkaitan foto-foto serta video tersebut dengan praktik prostitusi online.

“Penyidikan mengarah pada keterkaitan data digital (Foto dan video) dari empat tersangka muncikari maupun penghubung itu apabila masuk dalam periode 2017-2018 maka patut diduga prostitusi online,” pungkasnya.

Sebelumnya, video serta foto panas juga menjadi salah satu bukti yang membuat Vanessa Angel resmi ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan prostitusi artis dan model.

Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera mengatakan Vanessa Angel mengirim sejumlah foto untuk ditawarkan oleh muncikari.

Menurut Frans Barung, video dan foto Vanessa Angel tersebut digunakan oleh muncikari untuk menawarkan Vanessa Angel kepada para pelanggan.

“Ada foto dan video tak senonoh VA, tapi itu tentu tak pantas kita ungkapkan,” ujarnya. Menurut Frans jumlah foto dan video yang dikirimkan oleh Vanessa bisa dikatakan cukup banyak.

“Jadi yang bersangkutan tidak melakukannya satu dua kali, tapi banyak sekali,” jelasnya. []